Perbedaan UTM dan WGS: Apa yang Perlu Kamu Ketahui?

Bismillahirrahmanirrahim. Halo teman-teman, ada yang sudah pernah mendengar tentang perbedaan utm dan wgs? Bagi kalian yang sering melakukan aktivitas navigasi atau pemetaan pasti sudah familiar dengan istilah ini. Kedua jenis sistem koordinat ini memiliki kegunaan dan fungsi yang berbeda, namun bila kita tidak memahaminya dengan baik dapat menimbulkan masalah pada akurasi navigasi maupun pemetaan yang kita lakukan.

Pernahkah kalian menggunakan aplikasi peta di smartphone kalian dan menemukan perbedaan letak titik atau area yang hasilnya jauh dari keadaan sebenarnya? Hal ini dapat disebabkan oleh penggunaan sistem koordinat yang tidak sesuai atau tidak akurat, salah satunya perbedaan antara utm dan wgs. Terutama bagi seorang petualang atau traveler, keakuratan suatu peta menjadi sangat penting. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami perbedaan kedua jenis sistem koordinat ini dan kapan harus menggunakan salah satu di antaranya.

Namun, tidak hanya bagi petualang saja, para insinyur dan ilmuwan yang bekerja di bidang survey dan pemetaan juga harus mempertimbangkan perbedaan utm dan wgs ketika akan melakukan pengukuran dan pemetaan. Karena setiap jenis sistem koordinat memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang dapat memengaruhi akurasi hasil ukuran dan pemetaan. Untuk itu, mari kita eksplor lebih dalam mengenai perbedaan utm dan wgs agar kita dapat memilih dan menggunakan jenis sistem koordinat yang tepat untuk kebutuhan kita.

Pengertian UTM dan WGS

UTM (Universal Transverse Mercator) dan WGS (World Geodetic System) adalah sistem koordinat geografis yang digunakan untuk menentukan lokasi sebuah objek di permukaan bumi. Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama, namun perbedaannya terletak pada cara pengukuran dan penentuan koordinat suatu objek.

  • UTM adalah sistem koordinat yang dibuat oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk digunakan pada keperluan militer. Sistem ini menggunakan proyeksi Mercator dan terdiri dari 60 zona, dengan setiap zona memiliki kisaran lebar 6 derajat. Pada setiap zona, koordinat dinyatakan dalam bentuk sumbu utara dan sumbu timur. UTM juga menggunakan datum WGS 84, yang merupakan sistem referensi bumi yang sering digunakan di seluruh dunia.
  • WGS adalah sistem koordinat global yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat sebagai standar universal untuk penentuan posisi di seluruh dunia. WGS menggunakan model elipsoida Geodesi Dunia 1984 sebagai referensi untuk menentukan posisi suatu objek. Dalam penggunaannya, WGS juga dikombinasikan dengan sistem proyeksi khusus baik dalam sistem koordinat geografis maupun kartesis.

Dalam praktiknya, penggunaan UTM dan WGS akan berbeda tergantung pada keperluan dan konteksnya. UTM lebih cocok digunakan untuk daerah yang relatif kecil, sementara WGS cocok digunakan untuk lingkup yang lebih luas seperti untuk pengelolaan data GIS (Geographic Information System) atau navigasi satelit.

Maka dari itu, pemahaman yang baik tentang pengertian UTM dan WGS akan memudahkan kita dalam menentukan posisi objek yang ingin kita cari atau identifikasi. Kemudian, pemahaman yang baik terhadap perbedaan dan kondisi penggunaan keduanya juga akan meminimalisir kesalahan dalam pembacaan posisi geografis suatu objek.

Sistem Koordinat UTM

Sistem Koordinat Universal Transverse Mercator (UTM) adalah sistem koordinat yang digunakan dalam pemetaan dan navigasi di seluruh dunia. Sistem koordinat ini berbasis pada proyeksi Mercator, yang merepresentasikan permukaan bumi sebagai sebuah silinder, dan membagi bumi menjadi 60 zona vertikal, masing-masing dengan lebar 6 derajat longitudinal. Ada enam zona tambahan di kutub utara dan selatan yang diberi label X, Y, atau Z, menyesuaikan dengan jarak dari kutub.

Perbedaan UTM dan WGS

  • Sistem koordinat UTM digunakan untuk menentukan posisi bumi pada peta, sedangkan WGS (World Geodetic System) digunakan untuk menentukan posisi bumi dengan menggunakan GPS.
  • UTM memiliki zona vertikal, sedangkan WGS hanya memiliki zona meridian.
  • UTM menggunakan koordinat x dan y, sedangkan WGS menggunakan koordinat latitude dan longitude.

Komponen UTM

Koordinat UTM terdiri dari tiga komponen: zona, easting, dan northing. Zona merujuk pada salah satu dari 60 zona horisontal UTM. Easting menunjukkan jarak sepanjang sumbu x dari pusat zona UTM, sedangkan northing menunjukkan jarak sepanjang sumbu y dari khatulistiwa ke utara.

Zona UTM Lebar Zona (derajat) Koordinat Easting (meter) Koordinat Northing (meter)
1 6 500,000 0 – 10,000,000
2 6 1,500,000 0 – 10,000,000
3 6 2,500,000 0 – 10,000,000
32 6 500,000 0 – 10,000,000

Sistem Koordinat WGS

Sistem Koordinat Geografis World Geodetic System (WGS) adalah sistem koordinat global yang digunakan untuk menentukan posisi eksak di permukaan bumi. WGS dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat dan diluncurkan pada tahun 1984.

Sistem koordinat WGS menggunakan datum geoid, yaitu referensi bawah permukaan laut yang menyediakan titik awal untuk mengukur posisi pada permukaan bumi. Datum geoid WGS saat ini adalah WGS84 yang telah menjadi standar internasional.

Perbedaan antara Sistem Koordinat UTM dan WGS

  • Sistem Koordinat UTM (Universal Transverse Mercator) digunakan untuk membagi permukaan bumi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil untuk memudahkan pengukuran. Sedangkan, Sistem Koordinat WGS digunakan untuk menentukan posisi eksak di permukaan bumi.
  • Sistem Koordinat UTM menggunakan sistem koordinat kawat datar secara lokal, sedangkan Sistem Koordinat WGS menggunakan sistem koordinat bola dunia secara global.
  • Sistem Koordinat UTM terutama digunakan untuk pengukuran lokal, seperti untuk memetakan wilayah kota atau kabupaten, sementara Sistem Koordinat WGS digunakan untuk mengidentifikasi lokasi global seperti menentukan titik GPS pada peta atau navigasi pesawat terbang.

Format Penulisan Koordinat pada Sistem Koordinat WGS

Format penulisan koordinat pada Sistem Koordinat WGS terdiri dari dua nilai, yaitu latitude dan longitude. Latitude mengukur jarak di utara atau selatan garis khatulistiwa, sedangkan longitude mengukur jarak di Timur atau Barat Greenwich Mean Time (GMT).

Latitude diukur dalam derajat, menit, dan detik (DMS) atau dalam format decimal degree (DD). Longitude juga diukur dalam DMS atau DD.

Jenis Format Contoh Keterangan
DMS 37° 48′ 30″ N, 122° 26′ 30″ W Latitude: 37 derajat, 48 menit, 30 detik Utara. Longitude: 122 derajat, 26 menit, 30 detik Barat
DD 37.8083° N, 122.4417° W Latitude: 37.8083 derajat Utara. Longitude: 122.4417 derajat Barat

Pilihan format penulisan koordinat tergantung pada kebutuhan pemakai data.

Perbedaan UTM dan WGS dalam Pemetaan

Pemetaan adalah sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan kita. Tanpa pemetaan, lokasi suatu tempat ataupun arah suatu bangunan mungkin akan sangat sulit diketahui. Ada banyak jenis pemetaan yang berbeda, salah satunya adalah UTM dan WGS. Kedua jenis pemetaan ini sering digunakan oleh para peneliti, insinyur sipil, ataupun pemerintah. Namun, apa sebenarnya perbedaan antara UTM dan WGS? Mari kita bahas secara mendalam!

UTM vs WGS: Perbedaan

  • UTM (Universal Transverse Mercator) dan WGS (World Geodetic System) adalah dua sistem koordinat yang digunakan untuk memetakan dan menentukan lokasi di permukaan bumi.
  • UTM menggunakan koordinat kartesian dan biasanya diterapkan untuk memetakan lokasi yang relatif kecil, seperti kota atau kawasan kecil lainnya. Sedangkan WGS menggunakan koordinat geodetik dan biasanya diterapkan untuk memetakan lokasi yang lebih luas, seperti wilayah atau benua.
  • Sistem UTM dibagi menjadi 60 zona, masing-masing sebesar 6 derajat bujur. Sedangkan dalam WGS, koordinat ditentukan berdasarkan garis lintang dan bujur.

Keunggulan UTM dan WGS

Meskipun kedua jenis pemetaan ini memiliki perbedaan, mereka memiliki keunggulan masing-masing. Berikut adalah beberapa keunggulan UTM dan WGS:

  • Keunggulan UTM adalah kemampuannya dalam memetakan area yang relatif kecil serta penggunaannya yang mudah dipahami dan dipraktikkan di lapangan.
  • Keunggulan WGS adalah kemampuannya dalam memetakan area yang lebih luas dan presisi yang lebih akurat daripada UTM.

Kesimpulan

Dalam pemetaan, baik UTM maupun WGS memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Pemilihan sistem koordinat yang tepat akan sangat bergantung pada kebutuhan pemetaan tersebut. Jadi, tidak salahnya untuk mengetahui perbedaan antara UTM dan WGS agar bisa memilih sistem koordinat yang tepat untuk memetakan lokasi baik yang relatif kecil maupun luas.

Sistem Pemetaan Kelebihan Kekurangan
UTM (Universal Transverse Mercator) Mudah dipahami dan dipraktikkan di lapangan Tidak presisi dan hanya cocok untuk memetakan area yang relatif kecil
WGS (World Geodetic System) Bisa memetakan area yang lebih luas serta presisi yang lebih akurat Kurang efektif jika diterapkan pada daerah yang relatif kecil dan kompleks

Cara Mengonversi Koordinat antara UTM dan WGS

Untuk para surveyor atau mungkin pengguna GPS, pasti sudah tidak asing lagi dengan sistem koordinat UTM dan WGS. Kedua sistem koordinat ini memiliki fungsi yang sama yaitu memberikan informasi koordinat terhadap suatu objek pada permukaan bumi. Akan tetapi, keduanya memiliki perbedaan dalam penyampaian informasinya. Jika Anda ingin mengkonversi koordinat antara UTM dan WGS, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Identifikasi sistem koordinat asal dan target yang ingin dikonversi
  • Buka aplikasi konversi koordinat seperti Global Mapper, AutoCAD Civil 3D, Atan2dll, dan lain-lain.
  • Masukkan koordinat asal ke dalam aplikasi, pastikan sesuai dengan sistem koordinat yang dipilih
  • Tentukan sistem koordinat target, biasanya aplikasi memberikan pilihan sistem koordinat.
  • Lakukan konversi koordinat dan simpan hasilnya

Dalam melakukan konversi koordinat, sebaiknya menggunakan aplikasi atau software tertentu agar hasilnya lebih akurat. Ada beberapa aplikasi gratis dan berbayar yang dapat digunakan untuk mengonversi koordinat seperti AutoCAD Civil 3D, Global Mapper, Atan2dll, dan lain-lain.

Berikut adalah salah satu contoh tabel yang dapat digunakan untuk mengkonversi koordinat antara UTM dan WGS:

Kilometer UTM WGS
0 31N x 0,000 7◦ 8’34.466″W, 37◦ 33’53.939″S
1 31N x 1,000 7◦ 8’38.908″W, 37◦ 33’56.772″S
2 31N x 2,000 7◦ 8’43.349″W, 37◦ 34’32.533″S
3 31N x 3,000 7◦ 8’47.791″W, 37◦ 35’8.295″S

Dalam tabel tersebut, kolom pertama menunjukkan jarak dalam kilometer, sedangkan kolom kedua dan ketiga menunjukkan koordinat dalam sistem koordinat UTM dan WGS. Dengan tabel ini, kamu dapat merujuk pada jarak yang diinginkan dan menemukan koordinat UTM atau WGS yang sesuai.

Perbedaan UTM dan WGS

Banyak orang menganggap bahwa UTM (Universal Transverse Mercator) dan WGS (World Geodetic System) adalah sama. Namun, sebenarnya keduanya adalah hal yang berbeda. Berikut adalah perbedaan utama antara UTM dengan WGS:

  • UTM adalah sistem koordinat yang bertujuan untuk memetakan planet bumi menjadi sebuah kisi-kisi titik koordinat dengan simpul sepanjang 6 derajat garis lintang dan garis bujur pada masing-masing simpul. Sedangkan WGS adalah standar geometrik, geodetik, dan geofisik global untuk merujuk pada planet bumi.
  • UTM digunakan untuk membuat peta dalam skala kecil, sementara WGS digunakan untuk navigasi satelit dan pengukuran astronomi dalam skala besar.
  • UTM menggunakan garis koordinat utara dan timur, sementara WGS menggunakan koordinat yang sebenarnya berbentuk bola, termasuk tinggi dari titik pada permukaan.

Perbedaan inilah yang menjadikan UTM dan WGS sebagai sistem koordinat yang berbeda. Namun, keduanya dapat digunakan bersama-sama untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dalam navigasi maupun pemetaan.\

Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang UTM dan WGS, Anda dapat melihat tabel perbedaan di bawah ini:

UTM WGS
Sistem koordinat Standar geometrik, geodetik, dan geofisik global
Menggunakan garis koordinat utara dan timur Menggunakan koordinat yang sebenarnya berbentuk bola
Digunakan untuk membuat peta dalam skala kecil Digunakan untuk navigasi satelit dan pengukuran astronomi dalam skala besar

Memahami perbedaan antara UTM dan WGS memungkinkan Anda untuk menggunakan sistem koordinat yang tepat dalam navigasi dan pemetaan, sehingga dapat menghasilkan hasil yang lebih akurat dan presisi.

Perbedaan UTM dan WGS

UTM dan WGS adalah dua metode atau sistem koordinat yang digunakan dalam pemetaan dan navigasi. Kedua sistem koordinat ini memainkan peran penting dalam berbagai aplikasi terkait bumi, seperti pertanian, pemetaan kota, navigasi, dan masih banyak lagi. Di bawah ini merupakan perbandingan perbedaan antara UTM dan WGS.

Skala dan Pengukuran

  • UTM mengadopsi sistem koordinat kartesian dengan setiap zona yang memiliki skala setara dengan 1:100.000, sedangkan WGS menggunakan koordinat bola dengan presisi yang lebih tinggi dan bisa diukur hingga sepersepuluh ribu detik.
  • UTM biasanya digunakan untuk mengukur area yang lebih kecil dalam satu zona, sementara WGS digunakan untuk mengukur area yang lebih luas di seluruh dunia.
  • UTM lebih akurat untuk ukuran area yang lebih kecil, sedangkan WGS lebih akurat untuk presisi dan pengukuran yang lebih kompleks.

Kecepatan Penggunaan

UTM memungkinkan pengguna untuk mengukur dan menemukan lokasi dengan cepat, namun kurang mendetail. Sedangkan, WGS memungkinkan pengguna untuk mencari lokasi dengan sangat akurat, tetapi memerlukan waktu yang lebih lama.

Praktis dan Mudah Dipahami

UTM sangat mudah dipahami karena mereka memecah bumi menjadi zona sederhana dan mudah dipahami. Namun, WGS agak lebih sulit untuk dipahami karena mereka menggunakan bentuk bola berbeda dengan pusat yang berbeda, namun dapat menghasilkan tingkat presisi yang lebih tinggi dengan lebih banyak waktu dan usaha.

Biaya

UTM umumnya lebih murah digunakan karena cukup mudah dipelajari dan dilakukan. Di sisi lain, WGS memerlukan lebih banyak waktu dan pelatihan yang lebih intensif, sehingga biayanya lebih tinggi.

Spesialisasi Terkait

UTM WGS
UTM biasanya digunakan dalam peta yang lebih kecil, seperti dalam aplikasi navigasi. WGS digunakan dalam berbagai aplikasi pemetaan kota, pertanian, serta navigasi di seluruh dunia.
UTM memungkinkan pengguna untuk mengukur area secara cepat dan mudah dipelajari. WGS memungkinkan pengguna untuk mencari informasi lokasi secara akurat dan detail.
UTM dapat memberikan kepadatan lebih tinggi, namun sedikit kurang akurat dalam pengukuran. WGS memberikan tingkat presisi yang lebih tinggi dengan menghasilkan data kordinat bola yang sangat akurat dari bumi.

Dari perbandingan di atas, terlihat bahwa kedua sistem koordinat memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang bergantung pada aplikasi dan tujuannya. Memilih metode yang tepat sangat bergantung pada bagaimana mereka digunakan dan apa yang ingin dicapai.

Perbedaan UTM dan WGS dalam Pemetaan

Universal Transverse Mercator (UTM) dan World Geodetic System (WGS) adalah dua sistem pemetaan bumi yang sering digunakan. Pilihannya tergantung pada kebutuhan pengguna. Namun, banyak orang bingung dan bertanya-tanya apa sebenarnya perbedaan antara kedua sistem ini. Berikut adalah penjelasannya:

  • UTM adalah sistem pemetaan bumi yang menggunakan koordinat UTM untuk menggambarkan lokasi suatu titik di permukaan bumi. Sedangkan, WGS adalah sistem referensi geodetic global yang dirancang untuk memberikan pengukuran yang akurat atas bentuk dan posisi bumi.
  • UTM dibagi menjadi 60 zona yang masing-masing memiliki lebar 6 derajat. Setiap zona diberi nomor yang mewakili ketinggian mereka di utara atau selatan garis khatulistiwa, dengan zona 1 yang terletak di sebelah barat Bumi dan zona 60 yang terletak di sebelah timur. Sementara itu, WGS memiliki datum dan tidak dibagi menjadi zona.
  • UTM digunakan untuk pemetaan detail dan topografi tingkat tinggi, sedangkan WGS sering digunakan untuk navigasi global.
  • Sistem UTM dapat memberikan presisi yang lebih tinggi dalam pemetaan lokasi horizontal. WGS memiliki akurasi vertikal yang lebih baik karena menggabungkan data dari berbagai satelit yang ada.
  • UTM menggunakan proyeksi transverse Mercator, yang merupakan proyeksi konformal (memelihara sudut) dan meminimalkan distorsi di sekitar titik pusat di zona. Sedangkan WGS menggunakan datum geodetik global untuk memberikan koordinat geografis pada lingkaran meridian dari Kutub Utara ke Kutub Selatan.
  • UTM digunakan untuk menggambarkan permukaan bumi dalam bentuk koordinat bidang (x, y), sementara WGS menggunakan koordinat elipsoidal (latitude dan longitude) yang mengikuti kontur permukaan bumi.
  • UTM dirancang untuk memudahkan navigasi jalur darat, sementara WGS digunakan dalam aplikasi yang melibatkan tiga dimensi – yaitu pemetaan ruang udara dan maritim.
  • UTM sering digunakan di Amerika Serikat dan Eropa, sedangkan WGS adalah sistem pemetaan global yang digunakan secara luas oleh dunia internasional.

Kesimpulan

UTM dan WGS adalah sistem pemetaan bumi yang berbeda, namun keduanya memiliki kegunaan yang mumpuni. UTM cocok untuk pemetaan detail di darat, sementara WGS adalah sistem pemetaan global untuk navigasi maritim dan udara. Karena itu, pemilihan sistem pemetaan diatur oleh kebutuhan pengguna. Semoga penjelasan ini bisa menjawab pertanyaan Anda tentang apa perbedaan antara sistem UTM dan WGS.

Pengertian UTM dan WGS

UTM dan WGS adalah sistem koordinat yang digunakan dalam pemetaan. Namun, keduanya memiliki perbedaan dan penggunaannya yang berbeda. Berikut adalah penjelasan mengenai UTM dan WGS:

  • UTM (Universal Transverse Mercator)
  • UTM adalah sistem koordinat yang digunakan untuk memetakan wilayah tertentu di Bumi. UTM membagi Bumi menjadi 60 zona dan tiap zona memiliki lebar 6 derajat. Setiap zona memiliki fokus peta yang sama, yaitu pada garis meridian tengah zona tersebut. Koordinat dalam UTM terdiri dari dua nilai, yaitu easting (jarak dari fokus peta ke arah timur) dan northing (jarak dari khatulistiwa ke arah utara).

  • WGS (World Geodetic System)
  • WGS merupakan suatu sistem koordinat global yang digunakan untuk menentukan letak geografis suatu titik pada Bumi. Sistem koordinat WGS ditetapkan oleh lembaga militer Amerika Serikat dan awalnya digunakan untuk navigasi militer. Saat ini, WGS telah menjadi standar internasional untuk sistem koordinat global.

  • Perbedaan UTM dan WGS
  • Perbedaan utama antara UTM dan WGS adalah pada penggunaannya. UTM digunakan dalam pemetaan wilayah kecil seperti kota atau kabupaten, sedangkan WGS digunakan dalam pemetaan wilayah yang lebih luas seperti negara atau benua. Selain itu, UTM menggunakan fokus peta pada garis meridian tengah tiap zona, sedangkan WGS menggunakan titik nol pada Greenwich, Inggris.

  • Penggunaan UTM dan WGS
  • UTM banyak digunakan dalam pemetaan wilayah kecil seperti pembangunan infrastruktur, pengelolaan lahan, atau pencitraan satelit. Sedangkan WGS digunakan dalam navigasi pesawat terbang, pencitraan satelit, atau penelitian geologi.

  • Kelebihan dan Kekurangan UTM dan WGS
  • Keterangan Kelebihan Kekurangan
    UTM
    • Mudah digunakan dalam pemetaan wilayah kecil
    • Mampu memberikan koordinat yang akurat
    • Tidak cocok digunakan untuk pemetaan wilayah yang sangat luas
    • Memerlukan pengetahuan khusus dalam penggunaannya
    WGS
    • Dapat digunakan dalam pemetaan wilayah yang sangat luas
    • Tepat dan akurat dalam menentukan letak geografis
    • Memerlukan peralatan dan aplikasi khusus dalam penggunaannya
    • Kurang efektif dalam pemetaan wilayah kecil

Dalam penggunaannya, UTM dan WGS menjadi dasar penting dalam pemetaan dan navigasi. Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan dan kelebihan masing-masing sistem koordinat untuk dapat menentukan penggunaannya sesuai kebutuhan.

Sistem Koordinat UTM

Ketika berbicara tentang sistem koordinat, ada dua jenis sistem koordinat yang paling umum digunakan dalam Geografi dan pemetaan, yaitu sistem koordinat UTM (Universal Transverse Mercator) dan WGS 84 (World Geodetic System).

Namun, pada artikel ini, kita akan membahas secara rinci tentang sistem koordinat UTM dan perbedaannya dengan sistem koordinat WGS 84.

10. Sistem Koordinat UTM

Sistem Koordinat Universal Transverse Mercator (UTM) adalah sistem koordinat permukaan bumi yang berdasarkan pada proyeksi merkator transverse untuk memetakan wilayah yang besar dan sempit, seperti negara-negara skandinavia ataupun Amerika Serikat.

Sistem ini dibagi menjadi 60 zona batas perhitungan koordinat, dimulai dari 180 ºBujur Timur, dengan lebar 6 derajat, sehingga setiap zona dibagi menjadi delapan belas bagian (10.000.000 m atau 10 km tiap bagian), dengan menggunakan koordinat X dan Y. Sebagai contoh, Indonesia terletak pada zona 47 hingga zona 51, dengan lebar tiap zona sekitar 500 km.

Berikut ini adalah 18 bagian dalam setiap zona koordinat UTM:

  • A
  • B
  • C
  • D
  • E
  • F
  • G
  • H
  • J
  • K
  • L
  • M
  • N
  • P
  • Q
  • R
  • S
  • T

Sistem koordinat UTM sangat populer di kalangan survei sipil dan militer, serta juga digunakan dalam pemetaan satelit atau GIS (Geographic Information System) untuk memetakan area yang luas dan sempit.

Gunakan tabel ini sebagai referensi saat mengonversi koordinat geografis ke koordinat UTM:

Zona Garis Lintang Range Koordinat X Range Koordinat Y
1 84 ºBujur Barat – 78 ºBujur Barat 0 m – 999.999 m 0 m – 9.999.999 m
2 78 ºBujur Barat – 72 ºBujur Barat 1.000.000 m – 1.999.999 m 0 m – 9.999.999 m
3 72º Bujur Barat – 66 ºBujur Barat 2.000.000 m – 2.999.999 m 0 m – 9.999.999 m
4 66 ºBujur Barat – 60 ºBujur Barat 3.000.000 m – 3.999.999 m 0 m – 9.999.999 m
5 60 ºBujur Barat – 54 ºBujur Barat 4.000.000 m – 4.999.999 m 0 m – 9.999.999 m
6 54 ºBujur Barat – 48 ºBujur Barat 5.000.000 m – 5.999.999 m 0 m – 9.999.999 m
7 48 ºBujur Barat – 42 ºBujur Barat 6.000.000 m – 6.999.999 m 0 m – 9.999.999 m
8 42 ºBujur Barat – 36 ºBujur Barat 7.000.000 m – 7.999.999 m 0 m – 9.999.999 m
9 36 ºBujur Barat – 30 ºBujur Barat 8.000.000 m – 8.999.999 m 0 m – 9.999.999 m
10 30 ºBujur Barat – 24 ºBujur Barat 9.000.000 m – 9.999.999 m 0 m – 9.999.999 m
11 24 ºBujur Barat – 18 ºBujur Barat 1.000.000 m – 1.099.999 m 10.000.000 m – 19.999.999 m
12 18º Bujur Barat – 12 ºBujur Barat 2.000.000 m – 2.099.999 m 10.000.000 m – 19.999.999 m
13 12 ºBujur Barat – 6 ºBujur Barat 3.000.000 m – 3.999.999 m 10.000.000 m – 19.999.999 m
14 6 ºBujur Barat – 0 ºBujur Timur 4.000.000 m – 4.999.999 m 10.000.000 m – 19.999.999 m
15 0 ºBujur Timur – 6 ºBujur Timur 5.000.000 m – 5.999.999 m 10.000.000 m – 19.999.999 m
16 6 ºBujur Timur – 12 ºBujur Timur 6.000.000 m – 6.999.999 m 10.000.000 m – 19.999.999 m
17 12 ºBujur Timur – 18 ºBujur Timur 7.000.000 m – 7.999.999 m 10.000.000 m – 19.999.999 m
18 18 ºBujur Timur – 24 ºBujur Timur 8.000.000 m – 8.999.999 m 10.000.000 m – 19.999.999 m

Jadi, itulah penjelasan singkat tentang sistem koordinat UTM. Jika Anda adalah seorang surveyor atau ahli pemetaan, pastikan Anda memahami sistem koordinat UTM dengan baik.

Sistem Koordinat WGS

Sistem Koordinat World Geodetic System (WGS) adalah sistem koordinat global yang digunakan sebagai acuan spasial di seluruh dunia. Sistem koordinat ini sangat penting dalam navigasi, geodesi, dan pemetaan. Sistem koordinat WGS memiliki beberapa versi, seperti WGS84 dan WGS72.

  • WGS84 merupakan versi paling umum yang digunakan saat ini. Sistem ini didasarkan pada elipsoid referensi yang memiliki empat parameter dasar, yaitu semi-major axis, flattening, dan dua parameter lainnya. Elipsoid referensi ini digunakan untuk menentukan ketinggian titik dan jarak antara dua titik di permukaan bumi.
  • WGS72 merupakan versi sebelumnya dari sistem koordinat WGS84. Sistem ini masih digunakan dalam beberapa aplikasi yang mengharuskan konsistensi dengan data yang dikumpulkan sebelum pengenalan WGS84.

Koordinat dalam sistem koordinat WGS dinyatakan dalam format geografis, yaitu derajat, menit, dan detik atau dinyatakan dalam format desimal dengan satuan derajat. Unit koordinat dalam WGS84 adalah derajat.

Berikut adalah beberapa aplikasi penting dari sistem koordinat WGS:

  • Pemetaan dan survei geodesi untuk keperluan militer dan sipil.
  • Navigasi pesawat terbang dan pelaut.
  • Pemodelan dan analisis geokimia dan geofisika.
  • Perkiraan dampak bencana dan mitigasi.
  • Pengembangan infrastruktur telekomunikasi dan energi.

Tabel berikut menunjukkan perbedaan utama antara sistem koordinat WGS dan sistem koordinat Universal Transverse Mercator (UTM).

Parameter WGS UTM
Bentuk permukaan bumi Elipsoid Proyeksi Mercator
Unit koordinat Derajat Meter
Jangkauan area Global Regional
Kompleksitas perhitungan koordinat Tinggi Rendah

Dalam pemetaan dan navigasi, baik sistem koordinat WGS maupun UTM sama-sama penting dan saling melengkapi. Namun, perbedaan utama di antara keduanya terletak pada unit koordinat dan jangkauan area.

Cara Mengonversi Koordinat antara UTM dan WGS

Untuk memahami cara mengonversi koordinat antara UTM dan WGS, terlebih dahulu kita harus memahami apa itu UTM dan WGS. UTM (Universal Transverse Mercator) adalah sistem koordinat berbasis flat yang digunakan untuk menggambarkan lokasi pada bola di atas peta, sedangkan WGS (World Geodetic System) adalah sistem koordinat yang menggambarkan letak di atas bola secara akurat. Berikut adalah cara mengonversi koordinat antara UTM dan WGS:

  • Untuk mengonversi dari WGS ke UTM, terlebih dahulu tentukan zona UTM yang sesuai dengan lokasi. Perhatikan juga apakah wilayah tersebut berada di belahan terutara atau selatan. Setelah itu, lakukan konversi dengan mengalikan koordinat lintang dan bujur dengan faktor konversi yang sesuai dengan zona yang telah ditentukan.
  • Untuk mengonversi dari UTM ke WGS, tentukan zona UTM dan apakah wilayah tersebut berada di belahan timur atau barat. Lakukan konversi dengan membagi koordinat timur atau barat dengan faktor konversi yang sesuai dengan zona tersebut. Setelah itu, hitung koordinat lintang dengan mengalikan koordinat utara atau selatan dengan faktor konversi yang sesuai dengan wilayah tersebut.
  • Perlu diingat bahwa konversi antara UTM dan WGS hanya berlaku untuk wilayah yang sama. Jadi, jika ingin mengonversi koordinat dari wilayah yang berbeda, harus menyesuaikan zona UTM atau merujuk pada tabel faktor konversi yang berbeda.

Meskipun terdapat beberapa metode untuk mengonversi koordinat antara UTM dan WGS, namun metode yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan dan wilayah yang dituju.

Tabel Faktor Konversi UTM ke WGS

Zona UTM Faktor Konversi Timur Faktor Konversi Barat
1 166000 8000000
2 500000 7000000
3 834000 6000000
4 1167000 5000000
5 1500000 4000000
6 1833000 3000000
7 2167000 2000000
8 2500000 1000000
9 2833000 0
10 3167000 9000000
11 3500000 8000000
12 3833000 7000000

Sumber: https://gisgeography.com/utm-to-lat-long/

Sampai Jumpa Lagi!

Sebagai pembaca yang sudah berkesempatan membaca tentang perbedaan UTM dan WGS, terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini! Saya harap artikel ini memberikan Anda pemahaman yang lebih baik tentang topik ini. Kami akan selalu berusaha untuk memberikan konten yang bermanfaat dan menarik untuk Anda. Jangan lupa untuk mengunjungi kami lagi di lain waktu untuk mendapatkan informasi dan wawasan terbaru seputar teknologi dan berbagai topik menarik lainnya. Sampai jumpa!