Samsung Galaxy Galaxy M44 (Galaxy Jump 3) Rilis di Korea Selatan dengan Chipset Mengejutkan Snapdragon 888

Samsung baru saja resmi merilis Galaxy Jump 3 untuk pasar dalam negeri Korea Selatan, meskipun dengan nama berbeda, yakni Galaxy Jump 3. Namun, spekulasi kuat menunjukkan bahwa ini adalah versi internasional yang akan segera hadir dengan nama Galaxy M44.

Keberadaan “M44” dalam kode model SM-M446KZKAKTC-nya mengungkapkan identitas sejati dari perangkat ini.

Samsung Galaxy M44 Preview

Desainnya tidak mengecewakan, dengan tiga pulau kamera melingkar di bagian belakang dan lampu kilat LED bundar di sebelah kanan di antara kamera paling atas dan tengah. Layarnya memiliki poni berbentuk V atau U (kami masih belum dapat membedakannya) dan bezel bawah yang jauh lebih tebal dibandingkan dengan sisanya.

Namun, yang luar biasa adalah chipset yang digunakan, yaitu Snapdragon 888. Meskipun telah diperkenalkan pada tahun 2020, chipset ini masih menjadi salah satu yang tertinggi di dunia Android pada masanya. Seakan Samsung menemukan beberapa persediaan yang teronggok di gudang dan akhirnya memutuskan untuk menggunakannya.

Snapdragon 888: Pilihan Chipset Luar Biasa di Kelas Menengah

Bagi penggemar Samsung yang kurang menyukai lini Exynos 1xxx, kabar ini tentu menjadi angin segar. Meskipun Snapdragon 888 sudah berusia tiga tahun, tetapi pada zamannya, ini adalah chipset tertinggi di dunia Android. Performanya di Galaxy M44 di Korea Selatan diharapkan dapat melampaui ekspektasi yang biasanya ditemui pada perangkat M4x.

Galaxy M44, yang diluncurkan di Korea Selatan, dipadukan dengan RAM 6GB, penyimpanan internal 128GB yang dapat diperluas, layar PLS LCD 6,58 inci dengan resolusi 1080×2408 dan refresh rate 120 Hz. Kamera belakang utama berkekuatan 50 MP, didampingi oleh dua sensor 2 MP, sedangkan kamera selfie memiliki resolusi 13 MP. Baterai sebesar 5.000 mAh menjadi kekuatan utama perangkat ini. Dengan dimensi 167,7 x 78 x 9,1 mm dan berat 216g, Galaxy M44 menjadi pilihan menarik di kelasnya.

Pembaharuan Performa: Snapdragon 888 yang Tetap Relevan

Meskipun Snapdragon 888 mungkin terasa “tua” dalam dunia chipset, tetapi kehadirannya di Galaxy M44 menawarkan peningkatan performa yang signifikan dibandingkan dengan varian M sebelumnya. Pengguna dapat mengharapkan respon yang lebih cepat, kinerja grafis yang lebih baik, dan daya tahan baterai yang lebih efisien.

Hal ini mengundang pertanyaan apakah strategi Samsung menggunakan chipset lama ini akan menjadi tren di masa depan. Apakah keputusan ini merupakan langkah cerdas untuk meminimalkan biaya produksi atau sekadar upaya untuk menghadirkan perangkat berkualitas dengan harga yang terjangkau? Hanya waktu yang akan menjawabnya.

Harga dan Ketersediaan di Pasar Internasional

Galaxy Jump 3 diharapkan akan segera melangkah ke pasar internasional dengan nama yang lebih dikenal, yaitu Galaxy M44. Namun, pertanyaan terbesar yang mungkin dimiliki calon konsumen adalah seberapa terjangkau perangkat ini.

Berdasarkan harga di Korea Selatan, yang mencapai sekitar USD 500, kami dapat mengantisipasi bahwa harga internasionalnya akan berada di kisaran tersebut. Dalam mata uang Rupiah Indonesia (IDR), ini setara dengan sekitar Rp 7.800.000.

Kami menantikan kehadiran Galaxy M44 di pasar internasional dan melihat bagaimana penerimaan konsumen terhadap keputusan Samsung untuk menggunakan Snapdragon 888 pada perangkat kelas menengah mereka.

Demikianlah, kemunculan Galaxy Jump 3 (atau Galaxy M44) di Korea Selatan membawa kejutan dengan chipset Snapdragon 888 yang tidak lazim di kelasnya. Sembari menunggu kehadirannya di pasar internasional, mari kita saksikan apakah keputusan Samsung ini dapat mengubah dinamika persaingan di segmen menengah.


Catatan: Harga konversi ke Rupiah Indonesia (IDR) dapat berfluktuasi tergantung pada nilai tukar mata uang saat ini.