Elon Musk Menguasai Kembali Akun Twitter Lainnya, Kali Ini @Music

Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, kembali membuat gebrakan dengan berhasil merebut kendali akun @music di Twitter. Pemilik sebelumnya, Jeremy Vaught, yang telah mengelola akun tersebut selama 16 tahun, merasa terkejut dan marah dengan tindakan tiba-tiba ini.

Dalam sebuah tangkapan layar yang dibagikan di akun Twitter pribadinya, Vaught menunjukkan pemberitahuan resmi tentang pengambilalihan akun tersebut oleh perusahaan milik Elon Musk tanpa memberikan peringatan sebelumnya atau kompensasi apapun. “Sangat marah,” tulisnya dalam cuitannya.

x twitter elon musk

Akun @music merupakan korban terbaru dalam upaya Elon Musk untuk merebranding Twitter menjadi X. Minggu lalu, perusahaan yang dipimpinnya juga merebut kendali akun @X dari seorang pria bernama Gene X. Hwang, yang telah mendaftarkan akun tersebut 16 tahun yang lalu. Sekarang, tampaknya Twitter juga telah merebut kendali @music serta akun @sports.

Dalam kasus Vaught, akun @TwitterMusic sebelumnya digunakan oleh Twitter untuk mempromosikan musik dan artis baru. Namun, akun tersebut telah ditutup. Sebaliknya, orang-orang di perusahaan X yang baru berganti nama memutuskan untuk memigrasikan semua konten dan pengikut dari @TwitterMusic ke akun @music. Setelah diambil alih, akun @Music yang baru mengunggah gambar penyanyi Ed Sheeran yang memegang papan bertuliskan huruf X.

Perubahan ini menunjukkan bahwa perusahaan milik Elon Musk mungkin sedang mengembangkan layanan streaming musik baru untuk X, yang sedang diremajakan menjadi “super app”. Namun, dalam waktu yang bersamaan, semua postingan Vaught di akun @music telah dipindahkan ke akun baru miliknya, yaitu @musicfan.

Dalam sebuah wawancara, Vaught menyadari bahwa dia tidak memiliki hak eksklusif atas akun @music. “Semua orang tahu bahwa ketika kita membangun sesuatu di platform orang lain, ada kemungkinan mereka dapat mengambilnya,” katanya. “Tapi setelah saya membuat akun ini pada tahun 2007 dan menjaga agar tetap berjalan selama ini, begitu mengejutkan rasanya ketika tiba-tiba diambil dari saya.”

Vaught, yang tinggal di Ohio dan bekerja sebagai direktur teknik di sebuah organisasi nirlaba, mengaku sebagai pecinta musik. Awalnya, dia mendaftarkan akun @music untuk mempromosikan musisi independen yang tampil di dunia virtual Second Life.

“Bagaimana cara menyampaikan pesan tersebut ke dunia luar? Twitter saat itu masih baru, dan tampaknya menjadi solusi yang tepat,” katanya. Sejak itu, Vaught telah menggunakan akun @music untuk mempromosikan berbagai jenis musik, yang membantunya mendapatkan lebih dari 450.000 pengikut dan menjalin hubungan dengan teman-teman di media sosial.

Hingga saat ini, pihak X belum memberikan komentar terkait insiden ini. Namun, dalam email yang dikirimkan kepada Vaught, perusahaan tersebut mencatat bahwa dia dapat mengganti nama akunnya menjadi @musiclover, @musicmusic, atau @music123 jika dia tidak puas dengan akun saat ini, yaitu @musicfan.

Kasus ini menggambarkan permasalahan yang sering terjadi ketika seseorang membangun sesuatu di platform orang lain. Meskipun Vaught tidak memiliki hak eksklusif atas akun @music, tindakan pengambilalihan ini tetap mengejutkan dan memunculkan pertanyaan tentang perlindungan hak pemilik akun yang telah berkontribusi selama bertahun-tahun.

Sebagai pengguna platform media sosial, kita harus mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk melindungi hak-hak kita.

Selain itu, tindakan pengambilalihan akun ini juga dapat menimbulkan pertanyaan tentang praktik bisnis perusahaan teknologi besar. Apakah mereka menawarkan kompensasi yang adil kepada pemilik akun yang telah berkontribusi dalam membangun ekosistem mereka?

Selain itu, apakah perusahaan-perusahaan tersebut harus mematuhi aturan dan etika bisnis yang lebih ketat ketika berurusan dengan pengguna yang telah menjadi bagian integral dari platform mereka?

Satu hal yang pasti, kasus pengambilalihan akun @music oleh perusahaan milik Elon Musk ini menunjukkan bahwa di era digital ini, kekuasaan dan kontrol atas platform media sosial dapat berpindah tangan dengan cepat. Pengguna dan pemilik akun harus meningkatkan kesadaran mereka tentang hak-hak mereka dan melindungi diri mereka sendiri dari kemungkinan pengambilalihan seperti ini.