Meta Bantah Rencana Memasang Iklan di WhatsApp

Meta, perusahaan di balik WhatsApp, baru-baru ini menyangkal tudingan bahwa mereka berencana untuk menyelipkan iklan dalam feed WhatsApp. Laporan dari Financial Times menyebutkan bahwa berbagai tim di Meta, perusahaan induk WhatsApp, telah mengevaluasi opsi untuk menampilkan iklan dalam daftar percakapan dengan kontak di layar utama aplikasi tersebut.

Dalam tanggapannya, Meta merilis pernyataan yang menyatakan bahwa mereka tidak sedang bekerja atau menguji fitur-fitur tersebut dan tidak memiliki rencana untuk melakukannya sama sekali. Kontroversi ini juga mencuat di berbagai media dan sosial media, mengundang perdebatan tentang masa depan monetisasi WhatsApp oleh Meta.

WHatsapp

Kontroversi Monetisasi WhatsApp

Tuduhan terbaru terkait rencana Meta untuk memasang iklan di WhatsApp bukanlah yang pertama kali muncul. Analis telah meramalkan perubahan semacam itu selama beberapa tahun terakhir. Penyebab utamanya adalah pengalaman yang telah dialami pengguna Instagram, yang dimiliki oleh Meta, yang telah lama diterpa iklan di feed mereka.

Di masa lalu, Meta bahkan telah merencanakan untuk memasang iklan di WhatsApp. Pada tahun 2018 dan 2019, Wall Street Journal mengungkapkan rencana Meta untuk menampilkan iklan di fitur Status aplikasi pesan tersebut sebagai respons terhadap perlambatan pendapatan iklan.

Olivier Ponteville juga melaporkan di Twitter bahwa Meta berencana membawa Stories Ads ke produk Status WhatsApp pada tahun 2020. Namun, Wall Street Journal kemudian menerbitkan artikel pada tahun 2020 yang menyatakan bahwa Meta membatalkan rencana iklannya dan mencari cara lain untuk menghasilkan uang dari platform tersebut.

Sukses Monetisasi WhatsApp Business

Meskipun perdebatan tentang iklan di WhatsApp, Meta telah berhasil menghasilkan uang melalui WhatsApp Business. Layanan ini memungkinkan Meta untuk menawarkan layanan dan alat kepada lebih dari 200 juta pengguna aktifnya.

Selama panggilan pendapatan Q3 2022, iklan “klik ke WhatsApp” mencapai pendapatan tahunan sebesar $1.5 miliar dengan pertumbuhan tahunan sebesar 80%, menurut TechCrunch. Meta juga telah memperbarui struktur harga dan kategori pesan pada bulan Juni 2023 untuk meningkatkan pendapatan dari WhatsApp Business.

Selain itu, Meta berencana untuk menambahkan lebih banyak cara untuk menghasilkan uang melalui layanan ini, seperti memungkinkan bisnis untuk mengirim pesan yang dipersonalisasi kepada pengguna di Facebook dan Instagram melalui aplikasi WhatsApp. Mereka juga berencana untuk mengintegrasikan pembayaran ke dalam fitur Channels yang diluncurkan secara global pada September 2023.

Rencana Monetisasi WhatsApp yang Berkelanjutan

Walaupun ada desakan untuk menghasilkan lebih banyak pendapatan dari WhatsApp, Meta mengklaim bahwa mereka memiliki rencana yang berkelanjutan tanpa merusak pengalaman pengguna WhatsApp. Mereka telah mencoba berbagai strategi seperti WhatsApp Business dan “klik ke WhatsApp” ads yang telah mencapai tingkat pendapatan yang signifikan.

Selain itu, mereka sedang mencari cara untuk memonetisasi layanan tersebut dengan lebih baik, termasuk dengan memungkinkan bisnis mengirim pesan yang lebih personal dan mengintegrasikan pembayaran. Meta berusaha untuk menghasilkan pendapatan tambahan tanpa mengorbankan kualitas layanan WhatsApp yang telah digunakan oleh lebih dari dua miliar orang di seluruh dunia.

Kontroversi seputar rencana Meta untuk memasang iklan di WhatsApp telah memicu perdebatan yang panas. Meskipun Meta membantah tudingan tersebut dan mengklaim bahwa mereka memiliki rencana monetisasi yang berkelanjutan, tetap ada kekhawatiran tentang dampaknya terhadap pengalaman pengguna WhatsApp.

Bagi Meta, mencari cara untuk menghasilkan pendapatan tambahan tanpa mengganggu penggunaan WhatsApp yang luas adalah tantangan yang harus dihadapi. Sementara WhatsApp Business telah membuktikan diri sebagai sumber pendapatan yang kuat, langkah-langkah selanjutnya Meta dalam upaya menghasilkan uang dari platform ini akan menjadi sorotan utama di masa depan.